Tampilkan postingan dengan label pemuda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pemuda. Tampilkan semua postingan
Jumat, 20 Desember 2013
Astaghfirullah Pemuda Mabuk Ganggu Tadarus Al Quran di Masjid
02 Sep 2013

Seorang pemuda berandalan yang bergaya sedang mabuk menghentikan secara brutal kegiatan pengajian dan tadarus Al Quran di masjid lingkungan pondok pesantren Tambhilul Qofilun di Desa Ngares, Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.
Kejadian Sabtu (27/7) malam itu juga disertai ancaman dari pemuda mabuk itu terhadap para santri yang tengah pengajian sebagai amalan malam bulan Ramadhan.
Wildan, salah seorang santri yang menjadi korban intimidasi pemuda mabuk bernama Agus Santoso (27) tersebut, mengungkapkan, peristiwa terjadi Sabtu (27/7) malam sekitar pukul 23.00 WIB ketika dia bersama sejumlah santri melakukan tadarus Alquran malam Ramadhan.
"Orang ini (Agus) tiba-tiba masuk dan merampas Alquran yang sedang saya baca dan membuangnya ke halaman Masjid," tutur Wildan.
Sejurus setelah merampas dan membuang Alquran, Wildan, pemuda berandalan yang tidak memiliki pekerjaan tetap atau pengangguran itu mengancam beberapa santri yang ada di dalam masjid agar tidak melanjutkan kegiatannya mengaji (bertadarus).
"Katanya jika kami tidak mau berhenti akan dihajar hingga babak belur," imbuhnya.
Mengetahui hal itu, belasan santri lain yang berada di serambi masjid langsung masuk dan menyeret pelaku keluar. Agus diusir paksa meski sempat mencoba berontak. Tidak berhenti di situ, sejumlah pengurus dan takmir masjid yang mengetahui peristiwa itu tidak terima begitu saja.
Sejumlah warga juga marah dan nyaris melakukan pengeroyokan terhadap Agus yang masih dalam pengaruh alkohol. Beruntung aksi massa berhasil dicegah tokoh agama setempat sehingga Agus kemudian dilaporkan polisi atas tindakan penodaan agama yang dilakukannya.
Kasubbag Humas Polres Trenggalek, AKP Siti Munawaroh membenarkan kejadian tersebut. Pelaku saat ini telah ditahan setelah dianggap cukup bukti sebagaimana keterangan sejumlah saksi terkait kejadian tersebut. | republika.co.idDesc
Kejadian Sabtu (27/7) malam itu juga disertai ancaman dari pemuda mabuk itu terhadap para santri yang tengah pengajian sebagai amalan malam bulan Ramadhan.
Wildan, salah seorang santri yang menjadi korban intimidasi pemuda mabuk bernama Agus Santoso (27) tersebut, mengungkapkan, peristiwa terjadi Sabtu (27/7) malam sekitar pukul 23.00 WIB ketika dia bersama sejumlah santri melakukan tadarus Alquran malam Ramadhan.
"Orang ini (Agus) tiba-tiba masuk dan merampas Alquran yang sedang saya baca dan membuangnya ke halaman Masjid," tutur Wildan.
Sejurus setelah merampas dan membuang Alquran, Wildan, pemuda berandalan yang tidak memiliki pekerjaan tetap atau pengangguran itu mengancam beberapa santri yang ada di dalam masjid agar tidak melanjutkan kegiatannya mengaji (bertadarus).
"Katanya jika kami tidak mau berhenti akan dihajar hingga babak belur," imbuhnya.
Mengetahui hal itu, belasan santri lain yang berada di serambi masjid langsung masuk dan menyeret pelaku keluar. Agus diusir paksa meski sempat mencoba berontak. Tidak berhenti di situ, sejumlah pengurus dan takmir masjid yang mengetahui peristiwa itu tidak terima begitu saja.
Sejumlah warga juga marah dan nyaris melakukan pengeroyokan terhadap Agus yang masih dalam pengaruh alkohol. Beruntung aksi massa berhasil dicegah tokoh agama setempat sehingga Agus kemudian dilaporkan polisi atas tindakan penodaan agama yang dilakukannya.
Kasubbag Humas Polres Trenggalek, AKP Siti Munawaroh membenarkan kejadian tersebut. Pelaku saat ini telah ditahan setelah dianggap cukup bukti sebagaimana keterangan sejumlah saksi terkait kejadian tersebut. | republika.co.idDesc
Madiun
Kamis, 19 Desember 2013
Pemuda PAS Boikot Konsert ‘Lamb Of God’

PETALING JAYA – Pemuda PAS menggesa rakyat memboikot konsert kumpulan ‘heavy metal’ Lamb of God, kerana mendakwa kumpulan sebahagian daripada lirik lagu nyanyian kumpulan berkenaan menghina Islam.
“Kami tidak menolak sebarang bentuk hiburan, namun kami menentang impak negatif yang di bawa oleh kumpulan Lamb of God lebih-lebih lagi apabila ia menyentuh sensitiviti agama,” kata Nasrudin Hassan kepada The Star Online.
Ketua Pemuda PAS yang juga Ahli Parlimen Temerloh itu mendakwa salah satu satu kumpulan berkenaan bertajuk, ‘Walk With Me in Hell’, daripada album Sacrament pada tahun 2006 mengandungi ayat Al-Quran yang disusun dalam bentuk yang ‘tidak betul’.
“Adalah tidak wajar untuk ayat daripada kitab suci Al-Quran diperlakukan sedemikian, dan dinyanyikan dengan muzik yang kuat,” kata Nasrudin.
Bagaimanapun, semakan The Star Online menunjukkan tiada ayat Ql-Quran disebut dalam lagu berkenaan, namun perkataan ‘Quran’ disebut dalam ‘album live’, Killadelphia pada 2004.
“Saya hanya bimbang masalah sosial di negara ini akan lebih teruk selepas konsert, kerana ia akan meninggalkan impak yang besar kepada golongan beliau dan ia mengambil masa yang lama untuk memulihkannya,” katanya.
Walaupun beliau mengakui parti berkenaan tidak mempunyai kuasa untuk mengharamkan konsert berkenaan daripada berlangsung, Nasrudin berkata PAS akan menggunakan pendekatan lain untuk menasihatkan orang ramai.
“Kita akan bersama-sama mengedarkan risalah yang menekankan mengenai nilai moral terhadap mereka yang menghadiri konsert berkenaan,” katanya.
Kumpulan Lamb of God dijadual mengadakan konsert mereka pada 28 September ini di Kuala Lumpur.
Kumpulan yang berasal daripada Amerika Syarikat itu turut mendapat maklum balas yang tidak baik daripada Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (Jakim) dan beberapa Pertubuhan Bukan Kerajaan Islam yang lain.
Mereka mendakwa kumpulan berkenaan boleh menyebabkan ‘kemudaratan serta keruntuhan akhlak’ di kalangan generasi muda di negara ini. – mStar Online
Langganan:
Postingan (Atom)