Tampilkan postingan dengan label al. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label al. Tampilkan semua postingan
Senin, 03 Februari 2014
Israel Membina Pusat Pelancongan Yahudi Bersebelahan Selatan Masjid Al Aqsa

Israel Membina Pusat Pelancongan Yahudi Bersebelahan Selatan Masjid Al-Aqsa - Kawasan penduduk JERUSALEM, (PIC) – parti gabungan “Guided by Jerusalem” berkata, Pihak Berkuasa Tempatan Israel (IOA) memutuskan untuk memulakan pembinaan tapak pelancongan Yahudi bersebelahan dengan tembok selatan Masjid Al-Aqsa (kejiranan Al-Maghariba) di atas 22 dunum bidang tanah.
Mereka menjelaskan lagi bahawa pelan pembinaan projek ini telah diluluskan oleh Pihak Berkuasa Tempatan Israel pada Disember 2011.
Ketua pakatan tersebut, Abdulrazek Walid berkata pelan itu termasuk pembinaan sebuah pusat untuk pengunjung, tempat mandian awam, pejabat pentadbiran, tempat letak kereta, laluan taman, restoran, sebuah muzium dan banyak kemudahan riadah yang lain serta perkhidmatan pelancongan.
Abdulrazek juga menyatakan bahawa IOA akan merampas mana-mana tanah milik rakyat Palestin bagi projek berkenaan.
Bagi pihaknya, kesatuan dalam bidang penyelidikan, gabungan “Guided of Jerusalem”, berkata pelan ini sebenarnya bertujuan untuk memperluaskan kawasan tembok Al-Buraq (Tembok Ratapan).
Ahmed Sablaban, seorang pakar penyelidik berkata, sebelum 1967, kawasan tembok Al-Buraq adalah sebuah kawasan kejiranan penduduk Palestin yang dipanggil Al-Maghariba, tetapi entiti Israel telah memusnahkan sepenuhnya ketika aktiviti pendudukan mereka di Kota Suci dan menukarnya menjadi tapak milik Yahudi yang dikenali sebagai Tembok Ratapan.
Beliau juga berkata bahawa IOA akan meluaskan kawasan Davidson Center berhampiran Masjid Al-Aqsa dan akan mempergiatkan lagi aktiviti penggalian di dalam kawasan tinggalan Kerajaan Umayyah dan Istana Kerajaan Bani Abbasiyah. – Informasi Dot My
Label:
al,
aqsa,
bersebelahan,
israel,
masjid,
membina,
pelancongan,
pusat,
selatan,
yahudi
Jumat, 20 Desember 2013
Astaghfirullah Pemuda Mabuk Ganggu Tadarus Al Quran di Masjid
02 Sep 2013

Seorang pemuda berandalan yang bergaya sedang mabuk menghentikan secara brutal kegiatan pengajian dan tadarus Al Quran di masjid lingkungan pondok pesantren Tambhilul Qofilun di Desa Ngares, Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.
Kejadian Sabtu (27/7) malam itu juga disertai ancaman dari pemuda mabuk itu terhadap para santri yang tengah pengajian sebagai amalan malam bulan Ramadhan.
Wildan, salah seorang santri yang menjadi korban intimidasi pemuda mabuk bernama Agus Santoso (27) tersebut, mengungkapkan, peristiwa terjadi Sabtu (27/7) malam sekitar pukul 23.00 WIB ketika dia bersama sejumlah santri melakukan tadarus Alquran malam Ramadhan.
"Orang ini (Agus) tiba-tiba masuk dan merampas Alquran yang sedang saya baca dan membuangnya ke halaman Masjid," tutur Wildan.
Sejurus setelah merampas dan membuang Alquran, Wildan, pemuda berandalan yang tidak memiliki pekerjaan tetap atau pengangguran itu mengancam beberapa santri yang ada di dalam masjid agar tidak melanjutkan kegiatannya mengaji (bertadarus).
"Katanya jika kami tidak mau berhenti akan dihajar hingga babak belur," imbuhnya.
Mengetahui hal itu, belasan santri lain yang berada di serambi masjid langsung masuk dan menyeret pelaku keluar. Agus diusir paksa meski sempat mencoba berontak. Tidak berhenti di situ, sejumlah pengurus dan takmir masjid yang mengetahui peristiwa itu tidak terima begitu saja.
Sejumlah warga juga marah dan nyaris melakukan pengeroyokan terhadap Agus yang masih dalam pengaruh alkohol. Beruntung aksi massa berhasil dicegah tokoh agama setempat sehingga Agus kemudian dilaporkan polisi atas tindakan penodaan agama yang dilakukannya.
Kasubbag Humas Polres Trenggalek, AKP Siti Munawaroh membenarkan kejadian tersebut. Pelaku saat ini telah ditahan setelah dianggap cukup bukti sebagaimana keterangan sejumlah saksi terkait kejadian tersebut. | republika.co.idDesc
Kejadian Sabtu (27/7) malam itu juga disertai ancaman dari pemuda mabuk itu terhadap para santri yang tengah pengajian sebagai amalan malam bulan Ramadhan.
Wildan, salah seorang santri yang menjadi korban intimidasi pemuda mabuk bernama Agus Santoso (27) tersebut, mengungkapkan, peristiwa terjadi Sabtu (27/7) malam sekitar pukul 23.00 WIB ketika dia bersama sejumlah santri melakukan tadarus Alquran malam Ramadhan.
"Orang ini (Agus) tiba-tiba masuk dan merampas Alquran yang sedang saya baca dan membuangnya ke halaman Masjid," tutur Wildan.
Sejurus setelah merampas dan membuang Alquran, Wildan, pemuda berandalan yang tidak memiliki pekerjaan tetap atau pengangguran itu mengancam beberapa santri yang ada di dalam masjid agar tidak melanjutkan kegiatannya mengaji (bertadarus).
"Katanya jika kami tidak mau berhenti akan dihajar hingga babak belur," imbuhnya.
Mengetahui hal itu, belasan santri lain yang berada di serambi masjid langsung masuk dan menyeret pelaku keluar. Agus diusir paksa meski sempat mencoba berontak. Tidak berhenti di situ, sejumlah pengurus dan takmir masjid yang mengetahui peristiwa itu tidak terima begitu saja.
Sejumlah warga juga marah dan nyaris melakukan pengeroyokan terhadap Agus yang masih dalam pengaruh alkohol. Beruntung aksi massa berhasil dicegah tokoh agama setempat sehingga Agus kemudian dilaporkan polisi atas tindakan penodaan agama yang dilakukannya.
Kasubbag Humas Polres Trenggalek, AKP Siti Munawaroh membenarkan kejadian tersebut. Pelaku saat ini telah ditahan setelah dianggap cukup bukti sebagaimana keterangan sejumlah saksi terkait kejadian tersebut. | republika.co.idDesc
Madiun
Langganan:
Postingan (Atom)