Tampilkan postingan dengan label jamur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jamur. Tampilkan semua postingan
Senin, 14 April 2014
Jamur Pencegah HIV

Selain sebagai bahan pangan yang lezat saat disantap, jamur ternyata memiliki berbagai manfaat kesehatan yang cukup beragam. Mulai dari melangsingkan tubuh hingga mencegah infeksi virus HIV.
Nah, sebelum mengetahui bagaimana peran jamur dalam menjaga berat badan dan mencegah infeksi virus HIV, ada baiknya kita mengetahui jenis-jenis jamur yang sehat untuk dikonsumsi.
Jamur Kancing atau Champignon

Jamur kancing (Agaricus bisporus) atau champignon merupakan jamur pangan berbentuk seperti kancing , berwarna putih bersih, krem, atau coklat muda. Dalam bahasa Inggris disebut dengan table mushroom, white mushroom, common mushroom atau cultivated mushroom. Biasanya digunakan untuk bahan tambahan membuat pizza, omelet, dan sebagainya.
Jamur Tiram

Jamur tiram/ shimeji dikenal pula dengan nama populer Oyster Mushroom dan nama latin Pleurotus ostreatus. Tangkai tudungnya menyerupai cangkang tiram dengan bagian tengah agak cekung dan berwarna putih hingga krem. Budidaya jamur ini tergolong sederhana dan sangat mudah didapatkan di sekitar kita.
Jamur Merang

Jamur ini paling banyak dibudidayakan di Asia Timur dan Asia Tenggara yang beriklim tropis atau subtropis. Jamur merang telah lama dibudidayakan sebagai bahan pangan karena tumbuhan ini termasuk golongan jamur yang paling enak rasanya dan mempunyai tekstur yang baik.
Jamur Shiitake

Shiitake disebut juga, Chinese Black Mushroom, Jamur jenis ini sudah dikenal sebagai jamur pangan sejak 2000 tahun silam, terutama di kawasan Asia.
Meski pernah diproduksi massal secara industri pada tahun 1940 an, namun sejatinya jamur shiitake sudah dibudidayakan secara tradisional sejak tahun 900 an di Cina.
Jamur Kuping

Jamur kuping terdiri dari 3 jenis yaitu, jamur kuping putih (Tremella fuciformis), jamur kuping hitam (Auricularia polytricha) dan jamur kuping merah (Auricularia auricula-judae). Masyarakat tradisional bisa dengan mudah mendapatkan jamur ini dari alam yang biasanya tumbuh pada batang-batang pohon yang sudah lapuk.
Jamur Enokitake

Jamur yang satu ini cukup jarang ditemui di Indonesia karena hanya tumbuh dengan baik di suhu dingin. Jamur yang memiliki nama latin Flammulina velutipes ini tumbuh di alam bebas pada suhu udara rendah mulai musim gugur hingga awal musim semi.
Kandungan Nutrisi Jamur
Tidak hanya jenisnya yang beragam, jamur juga mengandung berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh, seperti:
- ProteinJamur memiliki kandungan protein sebesar 2,2 gram dalam tiap 100 gram jamur rebus atau memasok 4% kebutuhan protein dalam tubuh Anda.
- SeratSebagai makanan yang masuk dalam kategori sayuran, jamur tentu juga kaya serat. Dalam tiap 100 gram jamur rebus, terdapat 2,2 gram serat atau sekitar 9% dari kebutuhan serat harian Anda.
- Vitamin CTiap 100 gram jamur rebus akan memasok 4 mg vitamin C (7% kebutuhan vitamin C harian). Vitamin ini sangat dibutuhkan untuk memelihara dan memperbaiki sel-sel tubuh, juga mendukung penyembuhan luka.
- Vitamin DVitamin D yang terkandung dalam 100 gram 100 gram jamur rebus mencapai 21 IU atau sekitar 5% dari kebutuhan tubuh. Vitamin D ini membantu penyerapan kalsium di usus, di mana keduanya diperlukan untuk pertumbuhan tulang yang sehat.
- RiboflavinSebanyak 0,3 mg riboflavin terkandung dalam 100 gram jamur rebus. Ini berarti dapat memasok 18% kebutuhan riboflavin atau vitamin B12 tubuh Anda. Vitamin ini sangat penting bagi pembentukan sel darah merah, antibodi, pernafasan sel dan sebagainya.
- NiacinNiacin atau vitamin B3 memiliki banyak fungsi dalam menghasilkan energi dalam sel serta penting untuk sistem saraf dan otak Anda. Mengkonsumsi 100 gram jamur rebus akan memasok 4,5 mg niacin dalam tubuh Anda atau mencukupi 22% kebutuhan niacin Anda.
- FolatFolat merupakan nutrisi yang penting untuk sintesa sel baru, sehingga ibu hamil sangat perlu mencukupi folat dalam tubuhnya untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan janin. Dan tiap 100 gram jamur rebus mengandung 18 mcg folat atau memenuhi 5% kebutuhan harian folat Anda.
- Asam PantotenatTiap 100 gram jamur rebus memiliki kandungan 2,2 mg asam pantotenat atau vitamin B5 (22% kebutuhan harian), yang sangat penting untuk metabolisme karbohidrat dan lemak menjadi energi.
Bantu Turunkan Berat Badan Hingga Cegah HIV
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menyebutkan bahwa di dalam jamur terdapat sebuah zat aktif bernama beta-glucan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia.
Dari ke enam jenis jamur yang diteliti oleh BPPT, dua di antaranya mengandung beta-glucan yang memenuhi syarat bagi kesehatan manusia karena mudah dicerna dan diserap tubuh, yaitu jamur tiram dan shiitake.
Beta-glucan merupakan salah satu zat aktif penyusun dinding sel jamur yang berperan penting dalam mencegah kanker, infeksi virus, diabetes, kolesterol tinggi dan meningkatkan daya tahan tubuh.
“Spesies jamur liar yang dibudidayakan banyak dikonsumsi karena nilai gizi. Jamur kaya akan beta-glucan dan nutrisi baik bagi penderita diabetes karena memiliki sedikit gula atau tidak ada sama sekali,” ujar T.N. Lakhanpal dari Departemen Bioscience di Himachal Pradesh University.
Bahkan sebuah riset di Jepang menyebutkan bahwa beta-glucan dari jamur shiitake dapat mencegah dan menghambat infeksi virus HIV (Human Immunodeficency Virus), yang menjadi salah satu infeksi virus paling mematikan di dunia.
Kelebihan lain dari zat aktif beta-glucan adalah sifatnya yang tidak pernah rusak sekalipun dimasak pada suhu tinggi.
Selain itu, kandungan kalori yang rendah dan kadar serat yang tinggi pada jamur juga dapat membantu menyehatkan pencernaan dan menjaga berat badan, sehingga baik dikonsumsi bagi Anda yang sedang berdiet terutama bagi para vegetarian.
Source : http://id.she.yahoo.com/tumbuhan-ini-bisa-langsingkan-tubuh-hingga-cegah-hiv-233058544.html
Sabtu, 07 Desember 2013
Budidaya Jamur Tiram Perbulan Omzet Bersih 1 5 Juta
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk memperoleh pendapatan uang dari hasil tanaman atau budidaya, jika mampu mengelolanya.Seperti yang dilakukan Suwarno (50), warga Jalan Pancasila, Gang Pancasila, Lubuk Pakam. Ia membudidayakan jamur tiram untuk meraup keuntungan. Saban hari ia rutin memperhatikan termometer yang dipasang di dalam ruang khusus pembuatan rumah budidaya jamur miliknya yang berada di belakang rumahnya.
Kegiatan pemeriksan alat ukur suhu itu, kerap dilakukanya saat kondisi cuaca cerah. Dengan memeriksa termometer, Suwarno yang mulai tertarik membudidayakan jenis Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) setahun silam itu, harus mengkontrol kondisi suhu di sana.
Dibutuhkan suhu mencapai 10-20 selsius. Kondisi itu tetap dipertahkannya. Bila suhu di atas ambang tersebut, Suwarno melakukan penyemprotan terhadap seluruh isi ruangan dengan mengunakan air.
Dengan mempertahkan kondisi suhu di sana, serta dapat mengatur kelembapan 85-90 persen serta cahaya mencukupi, tanaman jamur mulai tumbuh subur. Pertumbuhan jamur tiram mulai terbentuknya tubuh buah diiringi terjadinya kariogami dan meiosis pada basidium. Sedangkan basidium terletak pada bilah atau sekat pada tudung jamur dewasa yang jumlahnya banyak.
Dalam membudidayakan jamur tiram. Suwarno dibantu istrinya Ika Indrani (45). Untuk media budidaya yang dilakukanya adalah media tanam polybag yang disusun di rak-rak. Cukup mengeluarkan biaya sekitar Rp500 ribu untuk mendirikan bangunan rumah budidaya atau rumah jamur.
Bahkan bahannya yang dipakainya pun cukup sederhana. Batangan bambu dikombinasi dengan tepas dan beratapkan daun nipa. Suwarno dapat mendirikan bangunan rumah budidaya dengan ukuran 5 meter x 10 meter. Di sana dibuat empat unit rak bertingkat berbahan bambu.
Untuk rumah budidaya yang telah mengisi rak-rak bertingkat. Suwarno cukup mengisinya dengan media tanam polybag yang telah diisi benih jamur tiram. Per media tanam polybag dibelinya Rp3.500 yang diperolehnya dari petani, yang khusus menjualnya. “Media tanam polybag, sudah ada yang menjualnya. Kita tinggal membeli serta membudidayakan tanaman jamur tiram,” bilangnya.
Biasanya media tanam ploybag berisi serbuk gergaji kayu yang terlebih dahulu dilakukan sterilnisasi (dikukus hingga suhu tertentu). Kemudian dimasukkan ke dalam plastik, kemudian diberikan benih jamur tiram.
Setelah seminggu, jamur biasanya akan terbentuk tubuh rumpun jamur dan sudah ada yang siap dipanen. Umur jamur dari “singit” atau bakal jamur sampai panen sekitar 3 hari. Ciri serta umur panen jamur tiram, adalah rasanya enak dan memiliki aroma yang baik jika dipanen.
Pendapatan Suwarno akan bertambah sekitar Rp1,5 juta per bulan. Pasalnya sekali panen dihasilkan jamur tiram sekitar 6 kilogram (kg) per tiga hari, dengan harga sekitarnya Rp25 ribu per kilogram. Meski harga jamur tiram mengiurkan, Suwarno belum berani menjual jamur tiram produksinya ke pasaran, karena terbentur dengan stok.
Sampai saat ini, jamur tiram produksinya hanya mampu menutupi pasar untuk wilayah lingkungan tempat tinggalnya. Itupun tidak mampu terpenuhi semuanya.
“Peminat jamur ini banyak. Hasil penjualan jamur tiram lumayan untuk menambah pendapatan keluarga,” paparnya.
Padahal permintaan jamur tiram untuk wilayah Lubuk Pakam cukup tinggi. Namun stok jamur tiram terbatas. Keterbatasan stok itu karenakan belum membudayanya usaha penangkaran jamur yang berwarna putih menyerupai tiram itu pada warga. (btr)
Siapkan Sarana produksi
Budidaya jamur tiram memiliki beberapa keunggulan dan kemudahan dalam proses budidayanya sehingga dapat dikelola sebagai usaha sampingan ataupun usaha ekonomis skala kecil, menengah dan besar (Industri).
Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan untuk melakukan budidaya jamur tiram ini, tahapan pemeliharaan atau penanaman jamur tiram meliputi persiapan sarana produksi dan tahapan budidaya jamur tiram. Tahapan ini merupakan proses budidaya jamur tiram dari mulai pembuatan media sampai proses pemanenan jamur tiram.
Pada dasarnya bangunan bisa memanfaatkan ruangan yang ada dalam rumah, biasanya bangunan untuk budidaya Jamur Tiram bangunan jamur terdiri dari beberapa ruangan, diantaranya:
1. Ruang persiapan
Ruang persiapan adalah ruangan yang berfungsi untuk melakukan kegiatan Pengayakan, Pencampuran, Pewadahan, dan Sterilisasi.
2. Ruang Inokulasi
Ruang Inokulasi adalah ruangan yang berfungsi untuk menanam bibit pada media tanam, ruang ini harus mudah dibersihkan, tidak banyak ventilasi untuk menghindari kontaminasi (adanya mikroba lain).
3. Ruang Inkubasi
Ruangan ini memiliki fungsi untuk menumbuhkan miselium jamur pada media tanam yang sudah di inokulasi (Spawning). Kondisi ruangan diatur pada suhu 22 – 28 derajat dengan kelembaban 60% – 80%. Ruangan ini dilengkapi dengan rak-rak bambu untuk menempatkan media tanam dalam kantong plastic (baglog) yang sudah di inokulasi.
4. Ruang Penanaman
Ruang penanaman (growing) digunakan untuk menumbuhkan tubuh buah jamur. Ruangan ini dilengkapi juga dengan rak-rak penanaman dan alat penyemprot atau pengabutan. Pengabutan berfungsi untuk menyiram dan mengatur suhu udara pada kondisi optimal 16 – 22 derajat C dengan kelembaban 80 – 90%. Peralatan yang digunakan pada budidaya jamur di antaranya, Mixer, cangkul, sekop, filler, botol, boiler, gerobak dorong, sendok bibit, centong. Jika ingin berhasil memang harus lengkap menyiapkan sarana produksinya.
Sumber: hariansumutpos.com
Langganan:
Postingan (Atom)