Tampilkan postingan dengan label 8. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 8. Tampilkan semua postingan
Selasa, 24 Desember 2013
8 Mitos Seputar Batuk dan Jawabannya
Saat menderita batuk, seringkali kita dihadapkan pada berbagai opini dari keluarga atau teman. Misalnya, jangan minum obat batuk sirup kalau harus bekerja karena bikin ngantuk. Jangan banyak menyantap makanan yang asam, menambah parah batuk. Bila batuk tak sembuh-sembuh jangan-jangan TBC.
Berbagai mitos tersebut tentu ada jawabanya. Dikutip dari Health India, inilah 8 mitos dan faktar seputar batuk yang wajib diketahui.
Berbagai mitos tersebut tentu ada jawabanya. Dikutip dari Health India, inilah 8 mitos dan faktar seputar batuk yang wajib diketahui.

1. Semua Batuk Disebabkan Infeksi
Fakta: tidak benar semua batuk disebabkan infeksi. Ada banyak alasan yang menyebabkan seseorang menderita batuk.
Dr Mandar Kubal, Direktur Infectious Diseases & Pulmonary Care Pvt Ltd mengatakan batuk bisa disebabkan oleh sesuatu yang sederhana seperti virus yang umum terdapat di sekitar manusia, serta infeksi bakteri yang menyebabkan pneumonia. Gastro esophageal reflux disease (GERD) juga bisa menyebabkan batuk kronis, dan pada kasus yang jarang batuk pun bisa terjadi akibat gagal jantung.
2. Setiap Batuk Memerlukan Antibiotik
Fakta: Menurut Dr Mandar Kubal, kebanyakan batuk disebabkan oleh virus sehingga mengonsumsi antibiotik tidak akan banyak membantu. Meskipun ada bakteri yang menyebabkan tenggorokan sakit dan berkaitan dengan batuk, namun mengonsumsi antibiotik tanpa resep akan lebih banyak mudharat ketimbang manfaatnya. Biarkan dokter yang memeriksa Andalah yang memutuskan apakah Anda perlu minum antibiotik atau tidak.
3. Batuk Punya Masa Sendiri
Fakta: Batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh di saluran pernapasan. Batuk juga merupakan upaya membersihkan lendir yang disebabkan infeksi atau iritasi. Dalam beberapa kasus, pengobatan rumahan memang bisa meringankan batuk.
Jangan biarkan batuk berlarut-larut karena meyakini batuk punya masa sendiri. Jika batuk terasa begitu menyiksa dan berlangsung dalam waktu lama, cara paling bijaksana adalah dengan mengunjungi dokter.
4. Batuk yang Lama Pasti TBC
Fakta: Tidak setiap batuk adalah tuberkulosis. Dr Gyanshankar Mishra, seorang pulmonologis, menekankan ada penyebab lain batuk kronis seperti pneumonia, penyakit paru kronis atau chronic obstructive pulmonary disease (COPD), asma, ILD (penyakit paru-paru interstitial), kanker paru-paru, dan lain-lain
5. Sup Hangat Bisa Mengobati Batuk
Fakta: Kebanyakan batuk disebabkan oleh infeksi atau merupakan gejala dari suatu kondisi kesehatan lainnya. Karena itu menurut Dr Mandar, sup atau air hangat mampu melegakan tenggorokan dan mengurangi iritasi tetapi tidak dapat menyembuhkan infeksi.
6. Makan Makanan Asam Dapat Menyebabkan Batuk
Fakta: Dr Mandar menjelaskan tidak ada bukti yang mendukung pendapat bahwa mengonsumsi makanan asam dapat menyebabkan batuk. Meskipun demikian ada kemungkinan makanan asam menimbulkan iritasi ringan di tenggorokan.
Fakta: tidak benar semua batuk disebabkan infeksi. Ada banyak alasan yang menyebabkan seseorang menderita batuk.
Dr Mandar Kubal, Direktur Infectious Diseases & Pulmonary Care Pvt Ltd mengatakan batuk bisa disebabkan oleh sesuatu yang sederhana seperti virus yang umum terdapat di sekitar manusia, serta infeksi bakteri yang menyebabkan pneumonia. Gastro esophageal reflux disease (GERD) juga bisa menyebabkan batuk kronis, dan pada kasus yang jarang batuk pun bisa terjadi akibat gagal jantung.
2. Setiap Batuk Memerlukan Antibiotik
Fakta: Menurut Dr Mandar Kubal, kebanyakan batuk disebabkan oleh virus sehingga mengonsumsi antibiotik tidak akan banyak membantu. Meskipun ada bakteri yang menyebabkan tenggorokan sakit dan berkaitan dengan batuk, namun mengonsumsi antibiotik tanpa resep akan lebih banyak mudharat ketimbang manfaatnya. Biarkan dokter yang memeriksa Andalah yang memutuskan apakah Anda perlu minum antibiotik atau tidak.
3. Batuk Punya Masa Sendiri
Fakta: Batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh di saluran pernapasan. Batuk juga merupakan upaya membersihkan lendir yang disebabkan infeksi atau iritasi. Dalam beberapa kasus, pengobatan rumahan memang bisa meringankan batuk.
Jangan biarkan batuk berlarut-larut karena meyakini batuk punya masa sendiri. Jika batuk terasa begitu menyiksa dan berlangsung dalam waktu lama, cara paling bijaksana adalah dengan mengunjungi dokter.
4. Batuk yang Lama Pasti TBC
Fakta: Tidak setiap batuk adalah tuberkulosis. Dr Gyanshankar Mishra, seorang pulmonologis, menekankan ada penyebab lain batuk kronis seperti pneumonia, penyakit paru kronis atau chronic obstructive pulmonary disease (COPD), asma, ILD (penyakit paru-paru interstitial), kanker paru-paru, dan lain-lain
5. Sup Hangat Bisa Mengobati Batuk
Fakta: Kebanyakan batuk disebabkan oleh infeksi atau merupakan gejala dari suatu kondisi kesehatan lainnya. Karena itu menurut Dr Mandar, sup atau air hangat mampu melegakan tenggorokan dan mengurangi iritasi tetapi tidak dapat menyembuhkan infeksi.
6. Makan Makanan Asam Dapat Menyebabkan Batuk
Fakta: Dr Mandar menjelaskan tidak ada bukti yang mendukung pendapat bahwa mengonsumsi makanan asam dapat menyebabkan batuk. Meskipun demikian ada kemungkinan makanan asam menimbulkan iritasi ringan di tenggorokan.

7. Semua Obat Batuk Sirup Menyebabkan Kantuk
Fakta: Hanya sirup obat batuk yang mengandung bahan aktif seperti antihistamin, termasuk chlorpheniramine-lah yang menyebabkan kantuk. Sedangkan obat batuk berformulasi baru dengan kandungan aktif semacam dextromethorphan tidak menyebabkan kantuk.
8. Semua Obat Batuk Sirup Itu Adiktif
8. Semua Obat Batuk Sirup Itu Adiktif
Fakta: Kebanyakan obat batuk tidak adiktif. Meskipun ada beberapa yang mengandung kodein, sehingga memiliki potensi adiktif. Karena itu waspadalah terhadap munculnya gejala kecanduan, terutama pada remaja.
sumber
Jumat, 20 Desember 2013
Wang KWSP RM1 8 bilion dilabur tanpa bincang
(Oleh: Sidiqin Omar)
KUALA LUMPUR 3 Jun: Senator Syed Shahir Syed Mohamud bimbang aset tunai Kumpulan Wang Simpanan Pekerja (KWSP) lesap melalui pembelian stesen kuasa Battersea, yang menjadi ikon hartanah di London berharga RM1.8 bilion.
Agensi Bloomberg dan akhbar Financial Times memetik laporan firma kaji selidik hartanah, CoStar, bahawa KWSP berjaya mengatasi bidaan dibuat pemilik kelab bola sepak Chelsea, Roman Abramovich untuk mengambilalih stesen berkenaan.
“KWSP perlu berhati-hati dalam membuat pelaburan. Keadaan ekonomi di Eropah kini tidak menentu. Greece dan Sepanyol adalah contoh (negara hadapi krisis ekonomi).
“Kita bimbang modal pelaburan yang ditanam tidak membawa keuntungan, malah yang berlaku sebaliknya,” katanya pada Keadilandaily.
Katanya, beliau bukan memperlekeh usaha KWSP mencari pelaburan, tetapi adalah lebih baik wang sebanyak itu dilabur di negara seperti Korea atau membantu Industri Kecil Dan Sederhana (IKS) tempatan.
“Kita bimbang dengan spekulasi pasaran kerana ada risiko. Walaupun atas nama pelaburan perlu ada pulangan yang munasabah,” tegasnya yang juga mantan Presiden Kongres Kesatuan Sekerja (MTUC).
Spekulasi perniagaan mengatakan KWSP berkerjasama dengan SP Setia, salah satu pemaju hartanah terbesar Malaysia, dan agensi pelaburan hartanah bagi Deutsche Bank, RREEF.
CoStar Group berkata, KWSP telah menetapkan jaminan 100 peratus kepada ekuiti tawaran pembelian tunai bernilai RM1.8 bilion (375 juta pound).
CoStar menambah, SP Setia dijangka menjadi pengurus pembangunan dan mendapat nasihat daripada RREEF.
Manakala terma pembelian Battersea telah dipersetujui dan urus niaga dijangka selesai dalam tempoh tiga bulan.
SP Setia meletakkan dua bidaan bernilai RM1.2 bilion (262 juta pound) dan RM1.5 bilion (324 juta pound) bagi tanah itu tahun lepas tetapi ditolak.
Bagaimanapun, KWSP kelmarin menafikan laporan berita di Britain bahawa ia sudah membuat bidaan bernilai RM1.8 bilion untuk membeli stesen kuasa Battersea itu.
Short URL: http://www.keadilandaily.com
Sabtu, 23 November 2013
8 penyakit aneh yang mengerikan di Indonesia
Beberapa penyakit di Indonesia yang serem coy,,,
sampai saat ini belum bisa disembuhkan.
1. Dede Si Manusia Pohon

Dede, seorang nelayan mengalami luka gores saat masih remaja. Anehnya, setelah itu beberapa bagian tumbuhnya ditumbuhi sejenis kutil nyerupai akar pohon.
Kondisi Dede (35 tahun), seorang nelayan, sungguh sangat mencengangkan para ahli medis ketika melihat kutil-kutil seperti “akar pohon” tumbuh di lengan dan kakinya. Menurutnya, keadaan bagian tubuhnya itu mulai terjadi perubahan setelah lututnya tergores semasa remaja dulu.
Masalah yang dialami Dede, menurut Gaspari, ia hanya memiliki sifat genetik yang angka sehingga menghalangi sistem kekebalan tubuh. Oleh karena itu, virus tersebut menguasai “mesin seluler” sel-sel kulitnya sehingga terbentuklah kutil-kutil aneh dalam jumlah besar yang tumbuh seperti pohon di tangan dan kakinya.
2. Noorsyaidah, Si Manusia Kawat




DUNIA semakin tua dan aneh. Dari Sangatta, Kutai Timur, seorang perempuan bernama Noorsyaidah memproduksi kawat dari dalam tubuhnya. Seperti tampak dalam gambar, kawat-kawat yang tertanam di dalam tubuhnya tembus hingga keluar. Jika pada bagian telapak tangannya, kawat-kawat itu hanya tercetak di bawah lapisan kulit, justru pada bagian perut, batang-batang kawat berukuran 10-20cm itu melesak keluar.
Fenomena Noor ini tergolong aneh. Bahkan beberapa dokter mengaku belum menemukan gejala medis seperti yang dialami perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai seorang guru TK itu. Upaya serius pun dilakukan tim medis, Beberapa pejabat setempat hingga menteri kesehatan menaruh perhatian serius pada penderitaan Noor.
Menurut Noor, kawat-kawat itu sudah bersemayam di dalam tubuhnya selama 20 tahun. Ia sendiri pernah mencoba mencabut kawat tersebut dari luar perutnya, anehnya kawat itu mencelup masuk ke dalam dan keluar lagi pada beberapa saat kemudian. Kawat-kawat itu juga seperti tumbuh secara acak. Adakalanya kawat itu jatuh sendiri dan anehnya kemudian muncul lagi.
Sejauh ini, sudah beberapa kali operasi ditempuh Noor, termasuk mendatangi dukun. Tapi, upaya itu menemui jalan buntu. Manusia Kawat dari Kalimantan Timur masih terus menanti keajaiban.
3. Halifah, Betis yang Membesar

Halifah (37) warga Sotek Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur sejak tahun 2000 menderita penyakit aneh berupa benjolan seberat 30 kg di sekitar betis kirinya.
Di wajah Halifah terdapat puluhan benjolan sebesar kelereng. Di lengan kanannya terdapat puluhan benjolan sebesar bola tenis dan kelereng, begitu juga di telapak kakinya. Yang lebih mengagetkan, di betis kirinya terdapat benjolan sebesar bola sepak. Benjolan tersebut seperti balon yang diisi air. Lembek dan lentur.
4. Abdul Hazem, Kulitnya Hitam dan Bersisik


Bangkalan - Sudah setahun lebih, Abul Hazem (17) warga Dusun Naro’an Timur, Kelurahan Tunjung, Kecamatan Burneh, Bangkalan, Madura terbaring di rumahnya. Pria lulusan SD itu, mengalami penyakit aneh. Dokterpun tidak tahu jenis penyakitnya, tapi pihak keluarganya menyebut penyakit bersisik dan seluruh tubuhnya berwarna hitam pekat.
Semula, anak kedua dari pasangan Mat Rakis (38) dan Mukdiyah (36) mengalami benjolan kecil yang menyerupai penyakit cacar di pipi kanannya. Kemudian menjalar ke dada dan punggungnya hingga akhirnya tumbuh di sekujur tubuhnya. Yang tersisah hanya mulut dan telapak tangan dan kakinya yang kelihatan sempurna.
Pihak dokter pun juga tidak menyebut secara jelas apa jenis penyakit tersebut. Setiap obat yang diberikan dokter selalu diminum, tapi tidak ada hasilnya. Pihak keluarga Abul Hazem akhirnya memutuskan untuk dirawat di rumah, sebab, tidak lagi mempunyai biaya untuk pengobatan.
Mat Rakis, bapak penyandang penyakit aneh menuturkan, upaya medis sudah dilakukan.
Bahkan, minta barokah kepada para Kyai juga seringkali diupayakan, tapi tidak ada hasilnya. Malah, kondisi tubuh Abul Hazem semakin parah.
“Saat ini sering gatal bercampur panas. Dia sering minta digaruk hingga berjam-jam,” ujar Mat Rakis pada wartawan di rumahnya, Dusun Naro’an, Kelurahan Tunjung, Kecamatan Burneh, Bangkalan, Senin (13/10/2008).
5. Ari, Bocah berkulit Kadal

Ari (12) anak pasangan Ernawati dan Nurali, warga Jalan Palem Indah RT 07/01, Kelurahan Ponduk Pucung, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang, Banten, sungguh menyedihkan. Dari sekujur kulit tubuhnya bersisik. Penyakit aneh?
Kondisi Ari saat ini masih bisa bermain seperti layaknya anak-anak. Hanya, sebagian aktivitasnya dilakukan di dalam rumah. Maklum, dari sekujur tubuhnya bersisik. Mmebuat orang yang melihatnya merasa iba.
Kakek Ari, Sharfan, menuturkan bahwa , kelainan kulit yang diderita cucunya itu muncul sejak lahir dan sangat sulit untuk disembuhkan. "Dokter hanya menyebutkan ada kelainan kulit yang sulit disembuhkan," tutur Sharfan, Rabu (27/2/2008).
6. Yani, Manusia Tumor

Warga Riungasih Rt 03/12 Kelurahan Tuguraja, Kec. Cihideung, Kota Tasikmalaya, Yani Suryani (39), hanya bisa pasrah dengan nasib yang dialaminya. Setiap saat ia senantiasa berdoa Kepada Allah swt agar penyakit aneh yang dideritanya sejak 39 tahun lalu bisa segera sembuh dan normal kembali seperti sediakala.
Anak ke dua dari empat keluarga pasangan Ny E Maskiah dan Kodir (alm) tersebut di sekujur tubuhnya dipenuhi dengan benjolan-benjolan. Benjolan itu tumbuh dari mulai sebesar jari tangan hingga sebesar kepalan orang dewasa, sehingga badan aslinya seperti sudah tidak terlihat jelas dan tertutup oleh benjolan tersebut.
Benjolan itu tumbuh dari kepala hingga kakinya, dan beberapa di antaranya sudah membesar, terutama di bagian kaki dan paha termasuk punggung. Sementara benjolan di bagian punggung yang diduga sebagai induknya kondisinya terus membesar, dan semakin memanjang hingga bentuknya seperti ekor dengan panjang sekitar 30 senti meter.
Ternyata benjolan itu bukan hanya tumbuh di bagian kulit luar saja, tapi juga tumbuh di bagian dalam hidung dan juga tumbuh pada lidah. Dampaknya, pernapasanya menjadi terganggu. Bukan itu saja, Yani saat ini sudah tidak bisa berjalan jauh, karena benjolan pada kaki dan betisnya terus membesar, sehingga terasa berat untuk dibawa jalan kaki. "Ayeuna mah tos teu tiasa mapah kanu tebih asa bareurat. Janten upami ngiring ngaos oge mung dinu caket we," ungkapnya saat ditemui di rumahnya Rabu
7. Sumini, Wajahnya Hilang Akibat Penyakit Aneh

Sumini (54), warga Desa Nglanduk, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jatim, selama puluhan tahun menderita penyakit aneh.
Suami Tumini, Marto (65), Minggu (21/6), mengatakan, akibat penyakit aneh tersebut, sebagian wajah Tumini telah hilang dan berlubang. Bagian kedua matanya, hidung, dan bibir hilang. Yang tersisa hanya tinggal dagu dan kening saja.
Menurut dia, penyakit aneh tersebut telah menyerang istrinya selama hampir 30 tahun lebih. Namun, karena keajaiban Tuhan, Sumini bisa bertahan meski jaringan hidung untuk bernafasnya juga tidak sempurna akibat penyakit tersebut. Bahkan kesadaran dan indera pendenagaran Sumini juga masih bagus.
8. Ahmad Yunus, Manusia Sisik Ikan

Ahmad kini hanya bisa pasrah oleh penyakit yang aneh, seluruh tubuhnya bersisik dan kulitnya terus mengelupas. Bahkan, kedua matanya nyaris buta karena tertutup kulit yang mengelupas.
Tubuhnya pun kini tidak bisa digerakkan lagi karena terasa sakit luar biasa. Penyakit ini datang berawal ketika tumbuh benjolan-benjolan kecil di wajahnya, tetapi kemudian seluruh bagian kepala dan punggungnya terasa gatal yang amat sangat.
Ahmad sebenarnya pernah dirawat di RSUD Karawang dengan menggunakan Kartu Gakin, namun setelah dirawat selama tiga minggu Ahmad dipaksa pulang oleh pihak rumah sakit dengan alasan sudah terlalu lama dan hanya menggunakan Kartu Gakin. Tragisnya lagi, pihak rumah sakit menyatakan penyakit Ahmad sudah tidak bisa disembuhkan lagi.
Sejak saat itu, Ahmad sudah tidak pernah berobat atau pergi ke rumah sakit karena takut ditolak. Sudah tiga bulan ini Ahmad hanya bisa pasrah dan tergeletak tak berdaya. Namun, Ahmad masih berharap ada perhatian dari pemerintah daerah atau bahkan pemerintah pusat untuk dapat menyembuhkan penyakitnya.

Dede, seorang nelayan mengalami luka gores saat masih remaja. Anehnya, setelah itu beberapa bagian tumbuhnya ditumbuhi sejenis kutil nyerupai akar pohon.
Kondisi Dede (35 tahun), seorang nelayan, sungguh sangat mencengangkan para ahli medis ketika melihat kutil-kutil seperti “akar pohon” tumbuh di lengan dan kakinya. Menurutnya, keadaan bagian tubuhnya itu mulai terjadi perubahan setelah lututnya tergores semasa remaja dulu.
Masalah yang dialami Dede, menurut Gaspari, ia hanya memiliki sifat genetik yang angka sehingga menghalangi sistem kekebalan tubuh. Oleh karena itu, virus tersebut menguasai “mesin seluler” sel-sel kulitnya sehingga terbentuklah kutil-kutil aneh dalam jumlah besar yang tumbuh seperti pohon di tangan dan kakinya.
2. Noorsyaidah, Si Manusia Kawat




DUNIA semakin tua dan aneh. Dari Sangatta, Kutai Timur, seorang perempuan bernama Noorsyaidah memproduksi kawat dari dalam tubuhnya. Seperti tampak dalam gambar, kawat-kawat yang tertanam di dalam tubuhnya tembus hingga keluar. Jika pada bagian telapak tangannya, kawat-kawat itu hanya tercetak di bawah lapisan kulit, justru pada bagian perut, batang-batang kawat berukuran 10-20cm itu melesak keluar.
Fenomena Noor ini tergolong aneh. Bahkan beberapa dokter mengaku belum menemukan gejala medis seperti yang dialami perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai seorang guru TK itu. Upaya serius pun dilakukan tim medis, Beberapa pejabat setempat hingga menteri kesehatan menaruh perhatian serius pada penderitaan Noor.
Menurut Noor, kawat-kawat itu sudah bersemayam di dalam tubuhnya selama 20 tahun. Ia sendiri pernah mencoba mencabut kawat tersebut dari luar perutnya, anehnya kawat itu mencelup masuk ke dalam dan keluar lagi pada beberapa saat kemudian. Kawat-kawat itu juga seperti tumbuh secara acak. Adakalanya kawat itu jatuh sendiri dan anehnya kemudian muncul lagi.
Sejauh ini, sudah beberapa kali operasi ditempuh Noor, termasuk mendatangi dukun. Tapi, upaya itu menemui jalan buntu. Manusia Kawat dari Kalimantan Timur masih terus menanti keajaiban.
3. Halifah, Betis yang Membesar

Halifah (37) warga Sotek Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur sejak tahun 2000 menderita penyakit aneh berupa benjolan seberat 30 kg di sekitar betis kirinya.
Di wajah Halifah terdapat puluhan benjolan sebesar kelereng. Di lengan kanannya terdapat puluhan benjolan sebesar bola tenis dan kelereng, begitu juga di telapak kakinya. Yang lebih mengagetkan, di betis kirinya terdapat benjolan sebesar bola sepak. Benjolan tersebut seperti balon yang diisi air. Lembek dan lentur.
4. Abdul Hazem, Kulitnya Hitam dan Bersisik


Bangkalan - Sudah setahun lebih, Abul Hazem (17) warga Dusun Naro’an Timur, Kelurahan Tunjung, Kecamatan Burneh, Bangkalan, Madura terbaring di rumahnya. Pria lulusan SD itu, mengalami penyakit aneh. Dokterpun tidak tahu jenis penyakitnya, tapi pihak keluarganya menyebut penyakit bersisik dan seluruh tubuhnya berwarna hitam pekat.
Semula, anak kedua dari pasangan Mat Rakis (38) dan Mukdiyah (36) mengalami benjolan kecil yang menyerupai penyakit cacar di pipi kanannya. Kemudian menjalar ke dada dan punggungnya hingga akhirnya tumbuh di sekujur tubuhnya. Yang tersisah hanya mulut dan telapak tangan dan kakinya yang kelihatan sempurna.
Pihak dokter pun juga tidak menyebut secara jelas apa jenis penyakit tersebut. Setiap obat yang diberikan dokter selalu diminum, tapi tidak ada hasilnya. Pihak keluarga Abul Hazem akhirnya memutuskan untuk dirawat di rumah, sebab, tidak lagi mempunyai biaya untuk pengobatan.
Mat Rakis, bapak penyandang penyakit aneh menuturkan, upaya medis sudah dilakukan.
Bahkan, minta barokah kepada para Kyai juga seringkali diupayakan, tapi tidak ada hasilnya. Malah, kondisi tubuh Abul Hazem semakin parah.
“Saat ini sering gatal bercampur panas. Dia sering minta digaruk hingga berjam-jam,” ujar Mat Rakis pada wartawan di rumahnya, Dusun Naro’an, Kelurahan Tunjung, Kecamatan Burneh, Bangkalan, Senin (13/10/2008).
5. Ari, Bocah berkulit Kadal

Ari (12) anak pasangan Ernawati dan Nurali, warga Jalan Palem Indah RT 07/01, Kelurahan Ponduk Pucung, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang, Banten, sungguh menyedihkan. Dari sekujur kulit tubuhnya bersisik. Penyakit aneh?
Kondisi Ari saat ini masih bisa bermain seperti layaknya anak-anak. Hanya, sebagian aktivitasnya dilakukan di dalam rumah. Maklum, dari sekujur tubuhnya bersisik. Mmebuat orang yang melihatnya merasa iba.
Kakek Ari, Sharfan, menuturkan bahwa , kelainan kulit yang diderita cucunya itu muncul sejak lahir dan sangat sulit untuk disembuhkan. "Dokter hanya menyebutkan ada kelainan kulit yang sulit disembuhkan," tutur Sharfan, Rabu (27/2/2008).
6. Yani, Manusia Tumor

Warga Riungasih Rt 03/12 Kelurahan Tuguraja, Kec. Cihideung, Kota Tasikmalaya, Yani Suryani (39), hanya bisa pasrah dengan nasib yang dialaminya. Setiap saat ia senantiasa berdoa Kepada Allah swt agar penyakit aneh yang dideritanya sejak 39 tahun lalu bisa segera sembuh dan normal kembali seperti sediakala.
Anak ke dua dari empat keluarga pasangan Ny E Maskiah dan Kodir (alm) tersebut di sekujur tubuhnya dipenuhi dengan benjolan-benjolan. Benjolan itu tumbuh dari mulai sebesar jari tangan hingga sebesar kepalan orang dewasa, sehingga badan aslinya seperti sudah tidak terlihat jelas dan tertutup oleh benjolan tersebut.
Benjolan itu tumbuh dari kepala hingga kakinya, dan beberapa di antaranya sudah membesar, terutama di bagian kaki dan paha termasuk punggung. Sementara benjolan di bagian punggung yang diduga sebagai induknya kondisinya terus membesar, dan semakin memanjang hingga bentuknya seperti ekor dengan panjang sekitar 30 senti meter.
Ternyata benjolan itu bukan hanya tumbuh di bagian kulit luar saja, tapi juga tumbuh di bagian dalam hidung dan juga tumbuh pada lidah. Dampaknya, pernapasanya menjadi terganggu. Bukan itu saja, Yani saat ini sudah tidak bisa berjalan jauh, karena benjolan pada kaki dan betisnya terus membesar, sehingga terasa berat untuk dibawa jalan kaki. "Ayeuna mah tos teu tiasa mapah kanu tebih asa bareurat. Janten upami ngiring ngaos oge mung dinu caket we," ungkapnya saat ditemui di rumahnya Rabu
7. Sumini, Wajahnya Hilang Akibat Penyakit Aneh

Sumini (54), warga Desa Nglanduk, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jatim, selama puluhan tahun menderita penyakit aneh.
Suami Tumini, Marto (65), Minggu (21/6), mengatakan, akibat penyakit aneh tersebut, sebagian wajah Tumini telah hilang dan berlubang. Bagian kedua matanya, hidung, dan bibir hilang. Yang tersisa hanya tinggal dagu dan kening saja.
Menurut dia, penyakit aneh tersebut telah menyerang istrinya selama hampir 30 tahun lebih. Namun, karena keajaiban Tuhan, Sumini bisa bertahan meski jaringan hidung untuk bernafasnya juga tidak sempurna akibat penyakit tersebut. Bahkan kesadaran dan indera pendenagaran Sumini juga masih bagus.
8. Ahmad Yunus, Manusia Sisik Ikan

Ahmad kini hanya bisa pasrah oleh penyakit yang aneh, seluruh tubuhnya bersisik dan kulitnya terus mengelupas. Bahkan, kedua matanya nyaris buta karena tertutup kulit yang mengelupas.
Tubuhnya pun kini tidak bisa digerakkan lagi karena terasa sakit luar biasa. Penyakit ini datang berawal ketika tumbuh benjolan-benjolan kecil di wajahnya, tetapi kemudian seluruh bagian kepala dan punggungnya terasa gatal yang amat sangat.
Ahmad sebenarnya pernah dirawat di RSUD Karawang dengan menggunakan Kartu Gakin, namun setelah dirawat selama tiga minggu Ahmad dipaksa pulang oleh pihak rumah sakit dengan alasan sudah terlalu lama dan hanya menggunakan Kartu Gakin. Tragisnya lagi, pihak rumah sakit menyatakan penyakit Ahmad sudah tidak bisa disembuhkan lagi.
Sejak saat itu, Ahmad sudah tidak pernah berobat atau pergi ke rumah sakit karena takut ditolak. Sudah tiga bulan ini Ahmad hanya bisa pasrah dan tergeletak tak berdaya. Namun, Ahmad masih berharap ada perhatian dari pemerintah daerah atau bahkan pemerintah pusat untuk dapat menyembuhkan penyakitnya.
Langganan:
Postingan (Atom)