Tampilkan postingan dengan label pembuatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pembuatan. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 30 November 2013
Kisah Pembuatan HP Kamera Pertama
Fungsi kamera di ponsel memang terbukti mengubah pola penggunaan ponsel, sehingga ponsel tidak semata-mata menjadi alat komunikasi suara dan teks. Dengan fungsi kamera, kini ponsel berubah menjadi perangkat sosial yang menjadikan perilaku pengguna dengan lingkungannya lebih interaktif.
Selain mengabadikan kenangan, tak jarang ponsel kamera menjadi fitur yang dimanfaatkan untuk mengabadikan peristiwa penting. Sehingga, tak sedikit jurnalisme warga ataucitizen journalism yang muncul berkat ponsel berkamera ini.
Tapi tak banyak yang mengetahui asal-usul ponsel kamera. Secara resmi, ponsel kamera yang pertama kali tercatat adalah prototipe yang dikembangkan oleh Daniel A. Henderson, di tahun 1993. Ponsel kamera yang kini tersimpan di the Smithsonian National Museum of American History ini memiliki kemampuan mengambil gambar foto dan video.
Tapi saat itu ponsel itu tidak bisa mengirim gambar dari foto yang diambil. Sehingga, bisa dibilang perangkat itu merupakan kamera yang terpasang di ponsel.
Adapun ponsel kamera yang pertama kali dikembangkan secara komersial adalah yang dibuat pada 11 Juni 1997, oleh pengembang bernama Philippe Khan.
Kisah Kahn membuat ponsel kamera pun terbilang unik. Kala itu, istrinya yang sedang hamil menantang Khan untuk membuat perangkat yang bisa digunakan untuk share mengenai gambar kelahiran bayi mereka.
Khan pun kemudian mengintegrasikan kamera dengan sebuah ponsel, yang kemudian ditulis di belakang software yang dibuatnya, yang bernama ShaMail atau PictureMail. Ini memungkinkan alat ini digunakan untuk share gambar dengan ponsel lain.
Khan pun kemudian sukses mengembangkan software tersebut, lalu mendirikan Lightsurf. Ini dilakukan agar ciptaannya bisa dikenal publik. Khan tidak sadar kalau saat itu ada dua perusahaan yang sedang bersaing mengembangkan ponsel kamera komersial pertama.
Kedua perusahaan itu adalah raksasa teknologi asal Jepang, Sharp dan Kyocera. Saat itu Kyocera membuat sistem yang mendesain untuk video sharing. Sedangkan Sharp saat itu lebih fokus untuk bisa share gambar secara seketika.
Adalah Sharp yang kemudian menang persaingan dalam mendapatkan pairing teknologi mereka dengan software PictureMail yang dikembangkan Khan. Hasil kolaborasi itu kemudian diaplikasikan di kamera ponsel komersial pertama, J-SHO4 atau J-Phone pada tahun 2001 di Jepang.
Spesifikasi kamera yang digunakan di J-Phone adalah 110.000 pixel CMOS dengan 256 display warna. Ponsel itu memiliki berat 74 gram, dengan dimensi 127x39x17 mm.
Sukses J-SHO4 ini kemudian menginspirasi produsen ponsel lain untuk membuat ponsel kamera. Sehingga, di tahun 2006, setidaknya tercatat ada 50 persen perangkat mobile yang memiliki kamera.
Namun, tak banyak yang mengetahui bahwa ponsel kamera merupakan sebuah inovasi yang dibuat sepenuh hati. Sebagai sebuah hadiah dari seorang ayah untuk anaknya yang baru dilahirkan
source
Rabu, 27 November 2013
Alasan Dan Tujuan Di Balik Pembuatan Video Porno
Film biru yang dikhususkan untuk orang dewasa begitu mudah ditemui. Di tengah perkembangan teknologi internet, video yang sarat adegan seksual ini bisa dinikmati kapan saja. Atas fenomena tersebut, sejumlah peneliti melakukan studi terkait video porno dalam kaitannya dengan hubungan seksual. Berikut paparan data yang terungkap, seperti dikutip dari Shine:

1. Target pria : pemeran wanita
Peneliti menunjukkan semua orang akan terangsang menyaksikan video berisi adegan tanpa busana, atau aktivitas seksual. Perbedaannya, pria terangsang dengan target yang jelas, yakni pemeran wanita. Sedangkan wanita cenderung bisa menikmati semua jenis adegan seksual, baik yang diperankan pasangan homoseksual, maupun heteroseksual.
2. Pria fokus melihat ekspresi wajah
Mata dan bibir yang menggoda justru menjadi pusat perhatian, begitulah hasil studi dari Kinsey Institute di Universitas Indiana. Itu terjadi saat pria dihadapkan pada video yang berisi adegan hubungan seksual.
3. Pengaruh Pil KB
Studi dari Institut Kinsey menyebutkan, wanita lebih memilih menggunakan alat kontrasepsi yang dipasang di organ intim seperti yang dilihat di video porno. Perempuan tertarik pada pil KB lebih kepada unsur-unsur kontekstual.
4. Hampir semua menontonnya
Seorang peneliti dari University of Montreal ingin mempelajari apakah pornografi memiliki dampak terhadap kehidupan seksual pria. Sang peneliti berusaha mencari dari semua bentuk kelompok pria pada usia 20 tahun ke atas yang belum pernah menonton pronografi. Namun, ia sulit menemukan pria belum pernah menonton video porno.
5. Pria menonton sebelum pubertas
Menurut studi dari University of Montreal, mayoritas pria pertama kali menonton pornografi pada usia 10 tahun.
6. Kaitannya dengan Pemilu Presiden
Studi Universitas Rutgers Villanoca menunjukkan, di Amerika Serikat, ada hubungan antara kemenangan presiden dengan dorongan menonton pornografi. Pada kemenangan Bush di pemilu 2004, terjadi lonjakan konsumsi video porno di internet, terutama di sejumlah negara bagian pendukung Bush.
Pada kemenangan Obama tahun 2008, pola serupa juga menimpa negara bagian yang pendukungnya. Terjadi kegilaannya terhadap pencarian film porno di internet. Studi ini menunjukkan kemenangan tim pendukung memicu gelombang testosteron yang mendorong gairah seksual.

sumber
1. Target pria : pemeran wanita
Peneliti menunjukkan semua orang akan terangsang menyaksikan video berisi adegan tanpa busana, atau aktivitas seksual. Perbedaannya, pria terangsang dengan target yang jelas, yakni pemeran wanita. Sedangkan wanita cenderung bisa menikmati semua jenis adegan seksual, baik yang diperankan pasangan homoseksual, maupun heteroseksual.
2. Pria fokus melihat ekspresi wajah
Mata dan bibir yang menggoda justru menjadi pusat perhatian, begitulah hasil studi dari Kinsey Institute di Universitas Indiana. Itu terjadi saat pria dihadapkan pada video yang berisi adegan hubungan seksual.
3. Pengaruh Pil KB
Studi dari Institut Kinsey menyebutkan, wanita lebih memilih menggunakan alat kontrasepsi yang dipasang di organ intim seperti yang dilihat di video porno. Perempuan tertarik pada pil KB lebih kepada unsur-unsur kontekstual.
4. Hampir semua menontonnya
Seorang peneliti dari University of Montreal ingin mempelajari apakah pornografi memiliki dampak terhadap kehidupan seksual pria. Sang peneliti berusaha mencari dari semua bentuk kelompok pria pada usia 20 tahun ke atas yang belum pernah menonton pronografi. Namun, ia sulit menemukan pria belum pernah menonton video porno.
5. Pria menonton sebelum pubertas
Menurut studi dari University of Montreal, mayoritas pria pertama kali menonton pornografi pada usia 10 tahun.
6. Kaitannya dengan Pemilu Presiden
Studi Universitas Rutgers Villanoca menunjukkan, di Amerika Serikat, ada hubungan antara kemenangan presiden dengan dorongan menonton pornografi. Pada kemenangan Bush di pemilu 2004, terjadi lonjakan konsumsi video porno di internet, terutama di sejumlah negara bagian pendukung Bush.
Pada kemenangan Obama tahun 2008, pola serupa juga menimpa negara bagian yang pendukungnya. Terjadi kegilaannya terhadap pencarian film porno di internet. Studi ini menunjukkan kemenangan tim pendukung memicu gelombang testosteron yang mendorong gairah seksual.

sumber
Langganan:
Postingan (Atom)