Tampilkan postingan dengan label mati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mati. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Maret 2014

Pemberi Maklumat Mati Ditembak Di Narathiwat


BANGKOK – Seorang pemberi maklumat yang membocorkan lokasi persembunyian kumpulan pemisah kepada pihak berkuasa mati ditembak di Wilayah Narathiwat, selatan Thailand kelmarin.

Dia dibunuh sehari selepas serbuan pasukan keselamatan melakukan satu serbuan yang menyebabkan empat anggota pemisah terbunuh.

Pemberi maklumat tersebut, Mohammad Rita-uden Tarasi, 35, diserang hendap semasa menunggang motosikal untuk menoreh getah di daerah Rueso, dalam wilayah Narathiwat.

Dia ditembak sebanyak dua kali dengan raifal AK- 47.

Mohammad Rita merupakan bekas anggota kumpulan pemisah di selatan Thai.

Ketua Polis Rueso, Kolonel Anothai Jindamanee berkata, pihaknya kini memburu dua suspek yang melarikan diri dari tempat kejadian.

“Kami kini memburu dua lelaki, Sahudin Tohjehma dan Sofwan Sahama berhu- bung pembunuhan ini,” kata seorang lagi pegawai polis, Mejar Jeneral Suchart Theerasawat.

Kedua-dua lelaki itu dipercayai merupakan komander platun pergerakan pemisah Runda Kumpalan Kecil (RKK).

Katanya, mereka dipercayai membunuh mangsa bagi membalas dendam kematian seorang lagi ketua platun RKK, Abdul Roheng Da-eso atau digelar ‘Pele Hitam’.

Abdul Roheng merupakan antara empat anggota RKK yang terbunuh apabila sepasukan 50 anggota polis dan tentera menyerbu sebuah rumah di Kampung Sanae, dalam daerah Rueso pada Sabtu lalu. – Agensi
Read More..

Rabu, 05 Maret 2014

Misteri Gulungan Naskah di Laut Mati


Misteri Gulungan Naskah di Laut Mati
Gulungan Naskah Laut Mati memang merupakan penemuan berupa benda peninggalan yang memuat banyak dokumen penting sejarah, dikhabarkan paling banyak tentang kisah para Nabi. Namun naskah kuno masih menyimpan misteri tak terpecahkan dengan memuat kod -kod  rahsia.

Gulungan Naskah Laut Mati berdasarkan uji karbon yang dilakukan para pakar  dari Chicago, mengtinjauankan material sebagai media penulisan naskah itu disimpulkan dari masa 200-an tahun sebelum Masehi.

Para pengkaji menemukan naskah yang belum terindentifikasi di antara Gulungan Naskah Laut Mati itu. Teks yang tak terbaca dianggap sebagai Gulungan Naskah memuat peraturan dan hukum dalam Pentateuch yang dikenal sebagai sebagian dari lima kitab pertama dalam Bibel Hebrew.

Termasuk di dalamnya Kitab Disiplin Community Rule yang mendeskripsikan bagaimana komuniti itu yang bertempat di Qumran mengorganisir kehidupan spiritualnya. Lalu ada bahagian yang memaparkan tentang Jalan Keselamatan dan pertempuran antara Putera melawan Putera Kegelapan yang berisi rencana detail perang penghabisan yang dinantikan Qumran.

Gulungan Naskah lainnya berisi soal berbagai komentar-komentar tentang bahagian-bahagian Bible, legenda, ramalan, dan berbagai kisah yang tak diketahui yang berhubungan dengan karakter yang tercantum.

Para ahli arkeologi menemukan sebuah situs biara yang berjarak kira-kira 540 meter dari lubang gua pertama ditemukannya Gulungan Naskah Laut Mati. Mereka mengidentifikasinya sebagai Biara Khirbet Qumran.

Khirbet Qumran ini adalah satu komuniti sekte yang sangat ketat mengikuti ajaran para Nabi di zaman sebelum Jesus Kristus. Mereka mengucilkan diri dan menekuni isi kitab-kitab Perjanjian Lama, hidup dengan penuh pengabdian pada sektenya, merapal doa, beribadah dan menyalin kitab tua.

Di situs biara ini ditemukan benda-benda yang berkaitan dengan tulis menulis. Diantaranya ditemukan 2 buah pot tinta, beberapa stylus (alat tulis jaman purba semacam pulpen yang dibuat dari potongan tulang, batu, atau material khusus), dan sebuah guci yang persis sama dengan guci yang ditemukan di gua tempat penyimpanan Gulungan Naskah Laut Mati.

  sumber
Read More..

Senin, 30 Desember 2013

Makanan Terakhir Banduan ‘Terkenal’ Sebelum Menjalani Hukuman Mati

Makanan Terakhir Banduan Terkenal Di Amerika Syarikat Sebelum Menjalani Hukuman Mati


Menjalani hukuman mati merupakan hukuman yang paling ditakuti oleh semua orang.
Sesiapa yang dijatuhkan hukuman mati, mereka tiada harapan selain menginsafi segala perbuatannya yang terdahulu.
Dikatakan terdapat makanan terakhir yang disediakan oleh pihak penjara kepada banduan akhir ini.
“No Seconds” adalah foto bersiri oleh jurugambar dari New York, Henry Hargreaves yang memaparkan makanan terakhir penjenayah sebelum mereka menjalani hukuman mati.
Data penjenayah tersebut seperti nama, umur, jenayah yang dilakukan, jenis hukuman serta menu terakhir mereka turut dicatatkan di sebelah gambar.(blog penpatah)

Sumber - MyNewsHub
Read More..